Rabu, 26 Desember 2012

Renungkanlah





"Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!"  Yakobus 5 : 1

Saudaraku yang terkasih. Mungkin diantara kita banyak yang bingung jika membaca Yakobus 5 : 1-6 ini. Kalau kita lihat judul dari perikop ini saja adalah "Peringatan kepada orang kaya". Mungkin diantara kita yang berduit, ketika membaca judul perikop ini saja iman kita sudah ciut. Mungkin banyak diantara kita yang bingung dan bertanya, Apa ya maksud Tuhan Yesus mengatakan ini? Atau ada diantara kita yang bertanya, apakah Tuhan membenci orang-orang yang kaya?. Jika itu yang ada di pikiran saudara lebih baik saudara segera bertobat! Sebab Tuhan kita Yesus Kristus tidak pernah memandang status.  Ia adalah kasih, ia mengasihi seluruh umat manusia. Tidak peduli kaya, miskin, jelek, rupawan,  atau apapun keadaan manusia. Lalu, apa maksud dari ayat ini? Untuk mengerti maksud dari ayat ini, kita perlu baca ayat yang ke 4-6 dari pasal ke-5 surat Yakobus ini. yang berbunyi : "Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.(ayat 4) Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. (ayat 5), kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu (ayat 6 )." Nah, kalau kita membaca ayat ini barulah jelas apa yang sebenarnya Tuhan Yesus maksudkan. Tuhan, bukannya ingin memperingatkan orang-orang kaya yang baik hati. Tapi disini Tuhan ingin memperingatkan orang-orang kaya, yang dikatakan di kitab suci telah menahan upah buruh atau pegawainya, yang berfoya-foya dan menyalahkan pegawai-pegawainya yang sebenarnya berlaku baik dan benar dimata Tuhan. oleh karena itu, mari, kita semua orang-orang kaya, jadilah orang kaya yang beriman di dalm Kristus Yesus Tuhan kita. Jadilah orang kaya yang berkenan di hadapan Allah. Amin! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar