Jumat, 28 Desember 2012

Jangan membedakan!

Suatu ketika saya bertanya kepada anak saya, " Sin, jika kamu sudah besar nanti, laki-laki seperti apa yang menjadi tipe idamanmu, untuk menjadi pendampingmu?". Anak saya pun tersenyum dan berkata, " Pastinya yang pertama seiman ma, cinta Tuhan, yang kedua, ya pasti harus kaya, kalau bisa pengusaha."


dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: " Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat? 

(yakobus 2 : 3-4)


Saudaraku yang terkasih dalam Kristus. Sebelum hari ini kita membahas bersama, mengupas firman Allah, mari kita melihat dulu ilustrasi yang telah tercantum di atas. Di gambar itu telah terlihat perbedaan yang jauh dari orang kaya (yang berdiri di tanah hijau) dan orang miskin (yang berada di tanah sebrangnya). Kalau kita lihat, sangat mengenaskan sekali bahwa ternyata memang di dunia ini ada perbedaan jauh anatara si kaya dan si miskin. Saudara, perbedaan itu terjadi bukan karena Tuhan yang menciptakan. Lalu, kita munkin bertanya, siapa dong yang menciptakan perbedaan itu? Kalau kita cermati dari ayat Yakobus diatas, maka kita akan sadar bahwa sejatinya kita sendirilah yang menciptakan perbedaan itu diantara sesama kita. Bukankah yang tertera di ayat yakobus itu benar? Bahwa seringkali pada orang kaya yang bertamu di rumah kita kita langsung senang, bahkan kalau perlu pakai baju yang indah, pakai parfum yang wangi. Sedangkan pada orang miskin yang datang meminta-minta dekat rumah kita, kita langsung marah dang mengusir dia. Saudara, kenapa kita harus melakukannya? Saudara ingatkah kita bahwa Tuhan menciptakan manusia itu sederajat? Tuhan Yesus saja, pencipta manusia tidak membuat perbedaan diantara kita! Semua orang dijadikannya dengan kasihnya, dan diberi cinta yang sama, mengapa kita manusia yang bukan pencipta, membeda-bedakan? Bukankah kita sudah bertindak jahat? Ingat saudara, bahwa dengan melakukan pembedaan kita telah menjadi hakim dengan pikiran yang jahat, seperti yang dikatakan di surat yakobus itu. Maka, marilah kita bertobat! Tuhan Yesus memberkati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar